Al,
apakabar kamu saat ini ?
Apakabar
kamu wanita yang sangat gigih kuperjuangkan ?
Apakabar
hati yang selalu kurindui ?
Semua
baik-baik saja bukan?
Kuharap
kamu tetap kuat hingga waktu yang kita nanti-nantikan itu menjelang.
Al
, kau tau ? Tentu kamu tau, bukan ?
Saat
ini aku tengah berupaya, menerpa badai yang senantiasa menghadang langkah kaki
Menapaki
setapak demi setapak jalan yang kita tau sangatlah terjal.
Tak
apa, Al
Jangan
berhenti. Jangan berhenti saat ini ,
Duduklah
tenang, rapalkan saja semua doa-doa terbaikmu untuk kita.
Itu
saja yang kupinta.
Biarkan
aku yang nanti menjemputmu, kuharap kamu sabar menunggu.
Al,
aku tak pernah sehebat ini berjuang
Tak
pernah sesenang ini mengatasi segala sulitku
Sebab
aku tau, hanya kamu sempurnaku
Sebab
keyakinanku tak pernah pupus, alih-alih pudar.
Keyakinan
bahwa hanya kamulah tulang rusuk yang hilang
Keyakinan
sebab kamu teman terbaik dalam perjalananku berlayar
Bahtera
ku sempurna atas hadirmu, nanti.
Semoga
yang senantiasa ku Aamiin-kan sepenuh hati, segenap jiwaku
Tak
kah kaupun demikian, Al ?
Al,
maka biarkan aku segera berlabuh
Menancapkan
jangkarku kuat-kuat
Hingga
kerasnya ombak menerjang pun tak akan goyah,
Bahkan
badai menyerah.
Tetaplah langitkan semua harapmu, semuanya
Tanpa sisa.
Jangan kemana-mana ya , disini saja .
dariku, untukmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar