Rabu, 19 Agustus 2020

Sepucuk Surat Untukmu

 

Al, apakabar kamu saat ini ?

Apakabar kamu wanita yang sangat gigih kuperjuangkan ?

Apakabar hati yang selalu kurindui ?

Semua baik-baik saja bukan?

Kuharap kamu tetap kuat hingga waktu yang kita nanti-nantikan itu menjelang.

 

Al , kau tau ? Tentu kamu tau, bukan ?

Saat ini aku tengah berupaya, menerpa badai yang senantiasa menghadang langkah kaki

Menapaki setapak demi setapak jalan yang kita tau sangatlah terjal.

Tak apa, Al

Jangan berhenti. Jangan berhenti saat ini ,

Duduklah tenang, rapalkan saja semua doa-doa terbaikmu untuk kita.

Itu saja yang kupinta.

Biarkan aku yang nanti menjemputmu, kuharap kamu sabar menunggu.

 

Al, aku tak pernah sehebat ini berjuang

Tak pernah sesenang ini mengatasi segala sulitku

Sebab aku tau, hanya kamu sempurnaku

Sebab keyakinanku tak pernah pupus, alih-alih pudar.

Keyakinan bahwa hanya kamulah tulang rusuk yang hilang

Keyakinan sebab kamu teman terbaik dalam perjalananku berlayar

Bahtera ku sempurna atas hadirmu, nanti.

Semoga yang senantiasa ku Aamiin-kan sepenuh hati, segenap jiwaku

Tak kah kaupun demikian, Al ?

 

Al, maka biarkan aku segera berlabuh

Menancapkan jangkarku kuat-kuat

Hingga kerasnya ombak menerjang pun tak akan goyah,

Bahkan badai menyerah.

Tetaplah langitkan semua harapmu, semuanya 

Tanpa sisa.

Jangan kemana-mana ya , disini saja . 


dariku, untukmu 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar