Jumat, 22 Mei 2020

Percayalah, Hati.

Setiap hati, ia punya rasa 
Setiap rasa selalu tersimpan asa
Asa yang senantiasa diperjuangkan 
Asa yang mati-matian ia pertahankan 
Asa yang selalu jadi alasan untuknya terus hidup, melangkah lalu berkembang
Bagaimana pun getir, bagaimana pun pahit
Ditelannya mentah-mentah
Sebagai wujud atas perjuangan nya
Lalu, percayalah pada Tuhan semua tak selalu buruk 
Tak selamanya jalan terjal itu ia tempuh
Percayalah, percayalah. 

Senin, 11 Mei 2020

Biarkan hati mu Ikhlas...

Selamat pagi... Bagaimana santap sahurnya? Mudah mudahan Allah berikan Rahmat tiada henti, di Ramadhan ini. Aamiin. 

Hari ini, satu lagi pelajaran yang tak mungkin pernah ku lupakan. Alhamdulillah. 
Mungkin benar, menempuh jalan baru tak selalu mulus, tak selalu sesuai dengan keinginan. Mungkin juga, Tuhan tengah berikan ujian untuk kami sekeluarga tiada henti bukan tanpa maksud, bukan tak bertujuan. Bukankah untuk naik kelas, haruslah melalui ujian terlebih dahulu? Bukankah untuk menjadi sarjana, haruslah melalui skripsi dan sekian banyak proses lainnya? Haha, perumpamaan itu yang paling aku pahami. 
Benar, saat ini tidak ada lagi yang bisa kami lakukan hanyalah bersabar menghadapi ujian ini. Ikhlas dalam setiap ikhtiar yang kami tempuh. Tawakal dalam segala ketetapan-Nya. Illahi Rabbi. 
Sebab keyakinan kami tak akan pernah goyah, bahwa setiap ketetapan Allah adalah yang terbaik untuk kami... 

Minggu, 10 Mei 2020

Ever?

Goedenavond... 

Boleh aku bertanya? 
Pernahkah diantara kalian merasa semua terlalu menjemukan? 
Merasa, semua orang terlalu asik dg topeng masing masing. Sedang kamu berusaha keras menyampaikan sejujur jujur nya. 
Lalu, muak dengan semua? Seakan akan ingin rasanya menekan tombol re-start untuk hidup ini? 
Pernahkah demikian, teman? 

Selasa, 05 Mei 2020

Hello?

Hello... 
Apakabarmu? 
Disana, apakah semua baik? 
Semoga demikian... 
Semoga semua senantiasa baik-baik saja. 

Kamu tau? 
Mungkin ini kali pertama aku jatuh hati dengan segudang tanya dan aneh bagiku. 
Bagaimana tidak, sebab kita tak pernah saling sapa, bertemu? Apalagi. 
Bagaimana mungkin lalu aku jatuh hati? Sulit dipercaya memang, tapi beginilah adanya. 
Kamu. Adalah orang asing itu, orang yg tak tau menau bagaimana aku di masalalu. 
Dan kamu, satu-satunya orang yg mampu meruntuhkan pertahanan yg kokoh ku bangun. Ya, semenjak dia yg dulu ku puja pergi tanpa alasan apapun. Sejak saat itu, kuat kuat ku bangun dinding kokoh penyekat hati. 
Terimakasih, kesediaan mu memberiku percaya adalah hal yg luar biasa. Terimakasih, sebab kamu kini aku tertawa (lagi). 
Setelah ini, semoga semua semogaku berlabuh untukmu. Untuk aku. Untuk semua. 

Minggu, 03 Mei 2020

Sad?

Senin, 4 Mei. Subuh. 
Sedih? 
Yaa, sepertinya memang. 
Sedih melihat kondisi saat ini. 
Sedih mendengar kabar ketika banyak teman seperjuangan harus menghadapi kenyataan PHK dimana mana. 
Sedih ketika menyadari bahwa banyak mimpi yg harus dikubur. 
Sedih tatkala semua tak kunjung membaik. 
Sedih, melihat tikus curut di ujung dapur sudah beranak pinak. Eh. 
Sedih, ketika tau semua tak berjalan seperti yg diharap. 
Sepertinya, sabar adalah satu-satunya cara untuk saat ini. Ditengah pandemi yg seperti tak berkesudahan ini. 
... Tuhan, Semua sudah cukup seperti ini. Jangan beri kami apapun lagi, dan jangan ambil apapun dari kami lagi...
Morishima Hodaka (Tenki no Ku) 
Sepertinya kutipan dari sebuah anime yg kutonton itu menjadi salah satu doa yg paling serius ku aamiin kan.. 

Sabtu, 02 Mei 2020

Lari?

Minggu, 3 Mei. Waktu dzuhur

Matahari siang di bulan ramadhan ini jelas jelas sudah tinggi, memberikan terik dan sedikit panas bagi semua orang. 
Aku tetap memilih kamar sebagai tempat ternyaman sebagai pelarian. 
Tidak, bukan lari dari kenyataan. Aku tengah bersiap, menghimpun tenaga dan menunggu waktu untuk ku meledak. Melesat. Tunggu saja. 
Tunggu dan lihat saja... 

Jumat, 01 Mei 2020

Jum'at, 1 Mei 2020

Untuk saat ini 
Biar saja dulu
Ditemani berlembar lembar buku usang
Memberi tanda pada apapun kalimat 
Sekarang
Sabar saja dulu
Tinggal tunggu waktu
Kendatipun abu, tak semua kelabu bukan?