Senin, 15 Juni 2020

Hei, be stronger dude!

Hello, apakabar? 
Hahag, lagilagi bertanya kabar. Bosan sekali rasanya hanya kabar yang tak pernah lupa ku utarakan. Tak apalah, setidaknya ada satu hal penting yg tak pernah kulupakan, "kabar". 
Sekali lagi, apakabar? Semoga senantiasa selalu baik. Rasanya baru kemarin, diri ini benar-benar merasa baik baik saja. Waktu sebulan memang singkat sekali ya (sad). Kali ini, aku ga mau merangkai kata seperti yg biasa kulakukan pada blog ini, aku lebih ingin bercerita. Ready? Oke, let's start. 
Sebulan lalu, aku diterima bekerja disalah satu perusahaan farmasi, sebagai Medical Representative aku dituntut untuk bekerja mobile di setiap harinya. Jarak, lelah, penat tak aku hiraukan demi sebuah mimpi dan janji kepada yg terkasih. Yaa, aku bersyukur atas hadirnya untukku saat ini, benar-benar ingin aku jaga hingga tiba pada ujung waktu penantiannya, nanti. Terimakasih Tuhan. Terimakasih. 
Tepat di minggu lalu, aku deklarasikan perang terhadap waktu. Aku berjanji padanya juga pada diriku sendiri, kami berniat mengakhiri pencarian kami memulai untuk menabung, bersama. Merancang semuanya berdua, membangun pondasi yang kuat untuk kami berdua. Segala sesuatu nya sudah kami persiapkan, sebab keyakinan kami yg kuat kami putuskan keputusan ini. Bismillah. 
Namun, waktu seakan berhenti dunia tak lagi berputar pada poros utamanya (setidaknya itu yg aku rasakan saat itu), memo dari atasan tiba di tanganku. Ditengah siang yg terik di hari sabtu, sungguh itu pengalaman dan pelajaran yg tak akan aku ingin untuk kembali mengingatnya. Memo pemutusan hubungan kerja ku yg masih seumur benih tepat berada di tanganku saat itu. Hilang fokusku, hancur rasanya hati ini membayangkan nasib sebagai pengangguran lagi. Apa yg harus ku lakukan setelah ini? Apa yang akan aku katakan kepadanya? Haruskah lagilagi kukubur impian ini? Mengubur dalam dalam setiap bait harapan doanya. 
Tidak, aku tak akan lagi menyerah pada takdir. Sebab ku yakin, Tuhan senantiasa bersamaku itu yg kupegang teguh sampai hari ini. 
Kini aku tengah berusaha, berjuang sekali lagi untuk merubah takdir ini. Demi ku, demi dirinya, dan semua orang di sekelilingku... 
(part 1)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar