Seringkali kudengar bahwa setiap orang layak dan pasti akan berubah. Entah dari pribadi buruk menjadi lebih baik ataupun sebaliknya, dari baik menjadi buruk.
Apakah aku percaya? Tidak, tentu aku tak percaya. Bagiku, karakter dasar manusia adalah saklek, paten tak bisa di ubah sedikitpun. Berdasarkan logika ku, yg baik pasti akan bertambah baik, sedang orang buruk akan semakin buruk. Yaaah, begitulah mindset ku yg sama sekali keliru.
Jadi, ajukan ulang pertanyaan mu padaku. Lantas, percayakah kamu kini? Bukannya itu juga berlaku padamu? Tidakkah kamu merasakannya juga? Baiklah, mari sedikit kujabarkan bagaimana pandangan ku mengenai hal ini, kini.
Setiap dari kita memiliki hak yg sama untuk sebuah perubahan itu. Entah karena apapun alasannya, karena teman yg berkhianat kah, karena kekasih hati kah, bahkan sebab Tuhannya. Suatu ketika, aku mendengar kabar bahwa salah seorang teman juang telah lebih dulu dipanggil menghadap Sang IllahiRabbi, terpukul sekali ku mendengar. Padahal kami sempat berkabar beberapa waktu yg lalu, lantas kini ia terlebih dahulu pergi. Saat melayat, saudara kembarnya menemuiku, bersalaman, lantas memeluk ku erat sembari menahan isak nya yg dalam. Tak kuasa akupun ikut menangis, yaaa aku bukan orang yg kuat, perihal hati aku sangatlah rapuh. Kami berbincang, bercerita waktu-waktu sebelum ia menghembuskan nafasnya yg terakhir.
"Almarhum sempat bilang kalo dia merindukan kalian teman-temannya, terutama kamu gil.. " aku diam, tak bergeming sedikitpun. Lalu ia melanjutkan, "Tuhan Maha Segala. Sekarang aku benar benar percaya soal itu, kamu tau gil..." ia mengambil nafas dalam sekali, "... Kamu tau sendiri bagaimana aku dan dia dulu. Tabiat kami liar sekali. Sekali waktu, minum hingga mabuk, sekali waktu kami menggeber motor dengan kecepatan tinggi dijalanan. Tak takut mati, tak takut dosa. Tapi Tuhan Maha Segala, gil... Tepat setahun lalu kami bertobat, insyaAllah taubatan nasuha. Karena sesuatu yg tak bisa kusampaikan. "
"Lalu, bagaimana, dwik?" aku mencoba merespon dengan sedikit ragu untuk memulai,
"... Yaaa, gil. Alhamdulillah. Kamu gaperlu khawatir, almarhum sudah bertaubat. Itu yg membuatku sedikit tenang, meskipun masih berat merelakan."
"Yang terpenting, sampaikan alfatihah mu juga untuknya yaa... "
" Yaa, tentu. " jawabku singkat. Tak ada lagi kata setelah itu, kami sama sama tak bergeming. Mengheningkan cipta sejenak, untuk salah seorang sahabat juang. Yg tak pernah meninggalkan sahabat lainnya, apapun alasannya.
Kawan, bukalah pikiranmu bahwa setiap orang pasti berubah, berproses, dan hasil akhir hanya kita lah yg menentukan. Baik ataupun buruk. Bahkan seorang yg kutau betul bagaimana tabiatnya, ia mampu berubah, menjadi lebih baik dari dirinya diwaktu yg lalu. Jauh, lebih baik.
Jadi, bagaimanapun, percayalah bahwa perubahan itu pasti ada..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar